Pada hari Selasa tanggal 10 Desember 2019, bertempat di Aula Kampus, STAI Muhammadiyah Probolinggo mengadakan International Academic Writing Workshop. Kegiatan diikuti oleh dosen-dosen dan mahasiwa yang sedang dan akan melakukan penelitian sebagai tugas akhir. Desain kegiatan ini diatur sedemikian rupa agar dosen dan mahasiswa STAI Muhammadiyah Probolinggo nantinya dapat menghasilkan karya-karya ilmiah bertaraf internasional.

Bertindak sebagai narasumber pada acara ini adalah Nuril Hidayah dan Benny Presetiya dengan dimoderatori oleh Ari Susandi. Nuril adalah salah satu dosen STAI Muhammadiyah Probolinggo yang baru saja mendapatkan pelatihan menulis ilmiah bertaraf internasional bersama 9 dosen lain dari seluruh penjuru Indonesia di Monash University Australia. Pada kegiatan ini, Nuril menyampaikan apa yang diserapnya selama pelatihan. Ia menyatakan ada dua karakter utama penelitian bertaraf internasional yaitu argumen dan impact yang harus betul-betul jelas. Yang dimaksud dengan kejelasan argumen adalah bahwa sebuah riset harus mampu menunjukkan what to argue. Seringkali sebuah penelitian hanya mendeskripsikan fenomena, tetapi tidak menjelaskan fenomena dengan melakukan interpretasi, sehingga kontribusi akademiknya tidak jelas. Riset yang baik adalah yang setelah mendeskripsikan fenomena, mampu menjawab pertanyaan “so what?”.

Nuril juga menyinggung adanya perbedaan antara tipe penulisan proposal orang Indonesia dan penelitian internasional. Banyak dari peneliti Indonesia yang cenderung berpanjang-panjang dalam menulis latar belakang sementara penelitian internasional cenderung sangat singkat menjelaskan research background karena yang terpenting adalah what’s next. Jika diumpamakan sebuah riset ingin menjelaskan tentang pohon, peneliti Indonesia tidak langsung membahas pohon, tetapi menjelaskan hutan rimba terlebih dahulu.

Adapun yang dimaksudkan dengan impact adalah signifikansi riset. Poin penting yang harus mendapatkan perhatian dalam hal ini adalah tentang kaitan antara signifikansi riset dan literature review. Banyak peneliti yang sibuk menjelaskan bahwa belum ada yang mengkaji risetnya tetapi lupa menjelaskan mengapa risetnya sangat penting. Karena belum adanya peneliti lain yang membahas bukan berarti dengan sendirinya riset itu menjadi penting. Boleh jadi belum ada yang meneliti karena subjek riset tersebut memang tidak signifikan. Jebakan yang lain, adalah terkadang peneliti hanya menjelaskan pentingnya objek penelitiannya, padahal yang penting untuk dijelaskan adalah betapa pentingnya risetnya.

Pada kegiatan ini peseta juga diminta mempraktikkan metode story telling dalam menjelaskan riset atau rencana riset mereka masing-masing. Metode ini amat berguna untuk diterapkan dalam penulisan abstrak dan introduction. Peserta tampak sangat antusias mengikuti sesi ini. bagi mereka metode story telling tidak hanya membantu mereka menyampaikan gagasan mereka dengan mudah tetapi juga membuat mereka semakin percaya diri karena mendapatkan pemahaman bahwa riset ilmiah sesungguhnya tidak serumit itu.

Sesi kedua diisi oleh Benny Prasetiya, Wakil Ketua I bidang Akademik. Benny menjelaskan lebih jauh hal-hal teknis yang berkaitan dengan publikasi karya ilmiah, terutama tentang submisi jurnal, pembuatan akun Google Scholar, pentingnya sitasi serta teknik sitasi. Tidak hanya menyampaikan materi, sesi kedua ini juga diteruskan pada tahap praktik, hingga di akhir sesi hampir semua peserta berhasil memiliki akun Google Scholar yang telah terverifikasi.

Benny menyatakan, setelah berakhirnya kegiatan peserta dapat menerapkan apa yang didapat selama workshop untuk menjadi lebih produktif dan meningkatkan mutu tulisan-tulisannya hingga bertaraf internasional. Dengan demikian, visi dan misi STAI Muhammadiyah Probolinggo untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang bersaing pada level internasional akan semakin dekat dengan kenyataan. (Vya)