Prodi Ahwal Syakhsiyah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 23 Februari 2019 dengan tema “Peluang dan Tantangan Mahasiswa Hukum Islam dalam Kompetisi Birokrasi”. Kegiatan ini merupakan agenda Prodi  yang terus dicanangkan sebagai motivasi bagi mahasiswa hukum Islam untuk terlibat aktif baik dalam pemikiran maupun pergerakan terhadap kasus-kasus hukum di masyarakat.  Kaprodi Ahwal Syakhsiyah menyampaikan tujuan dan harapan di adakan kegiatan FGD ini untuk mengikat emosional sesama mahasiswa Ahwal Syakhsiyah dengan membiasakan berdiskusi sesuai bidang keilmuan.

Akhmad Syamsudin Ketua Himpunan Mahasiswa Hukum Tata Negara se-Indonesia sebagai pemateri membuka acara diskusi mahasiswa ini dengan menyampaiakan peran mahasiswa dalam menghadapi birokrasi melalui kasus-kasus hukum yang sedang berkembang. Kegiatan diskusipun berjalan dengan sangat antusias antara pemateri dan audiens.

Pada akhir diskusi panitia memilih tiga peserta teraktif dalam kegiatan FGD dengan pemberian reward berupa buku-buku bahan ajar perkuliahan.

Feedback mahasiswa atas kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan semacam FGD perlu terus di lanjutkan bahkan harus ada follow up yang di agendakan.

Dalam agenda FGD ini Prodi Ahwal Syakhsiyah juga membentuk kepengurusan HIMA PRODI sebagai motor penggerak kegiatan mahasiswa Prodi Ahwal Syakhsiyah kedepannya melalui wadah organisasi. Pemilihan yang dilakukan secara aklamasi dengan empat orang kandidat. Setelah masing-masing kandidat menyampaikan visi misi untuk Hima Prodi AS kedepannya maka terpilhlah Gufron mahasiswa AS semester IV sebagai ketua HIMA PRODI AS periode 2019-2020

Harapan selanjutnya melalui organisasi HIMA PRODI ini Prodi AS dapat menngkatkan eksisteninya dalam dunia akademik, baik di lingkungan internal maupan di lingkungan global (Ulil)