Bawaslu Kota Probolinggo dan STAI Muhammadiyah Probolinggo Melakukan MoU tentang Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019. MOU dilaksanakan sekaligus sosialisasi dan FGD Pengawasan partisipatif dengan mengangkat tema “ Ancaman politik Uang dan politisasi Sara”. Acara ini menghadirkan Ketua bawaslu Jawa Timur Moh Amien. Peserta yang hadir kurang lebih 100 peserta berasal dari 2 perguruan tinggi Kota Probolinggo yaitu STAI Muhammadiyah Probolinggo dan STIA Banyuangga.

Acara yang dilaksanakan pada 8 April 2019 bertempat Bale Hinggil Lt 1 Majapahit Kota probolinggo langsung di hadiri oleh Ketua Bawaslu kota Probolinggo dan Wakil ketua I Bidang Akademik STAI Muhamadiyah Probolinggo Benny Prasetiya.

“Kami dari STAIM Probolinggo berharap adanya MoU inimemiliki keberlanjutan. Karena dalam MOU di sampaikan adanya kerjasama dalam penelitian maupun pengabdian masyarakat. Kami dari perguruan tinggi siap membantu Bawaslu dalam melakukan tindak pengawasan maupun riset tentang pelaksanaan maupun pasca pemilu 2019. Ini menjadi penting supaya melalui riset ada tanggung jawab secara akademik. Misalkan seberapa masifkan money politik, keterlibatan masyarakat maupun harapan dan keinginan masyarakat pasca pemilu ini. Kalau SDM di LP2 M STAIM tidak perlu khawatir, karena kami punya dosen sebagai penliti Nasional yang sudah memiliki kapasitas dalam beberapa penelitian Nasional “ungkap Benny Prasetiya, M. Pd.I Wakil ketua I Bidang Akademik STAIM Probolinggo.

Sementara itu,Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyampaikan, kepada seluruh elemen masyarakat dan media massa untuk membantu dalam hal pengawasan Pemilu. Serta melaporkan kepada Bawaslu apabila ada terdapat dugaan pelanggaran.

“Terlebih, Hasil sosialisasi ini agar dapat disampaikan kepada teman-teman, saudara dan juga kepada masyarakat. Semoga, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 dapat berjalan adil, transparan, dan jujur. Sehingga pelaksanaan dapat berjalan aman dan sukses,”tegasnya. (Bny)